Perintah aqiqah merupakan sunah muakad dan aqiqah dilaksanakan hanya sekali dalam seumur hidup. Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang disarankan aqiqah adalah orang yang mampu. Aqiqah jadi tanggung jawab bapak sebagai kepala keluarga dan penanggung nafkah keluarga.

Adapun syarat hewan yang disembelih untuk aqiqah sama halnya bersama dengan syarat hewan qurban :

dapuraqiqah.com
  • Kambing: prima (tidak cacat) berusia 1 (satu) th. dan masuk umur (dua) tahun.
  • Domba: prima (tidak cacat) berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
  • Tidak boleh ada anggota badan hewan yang cacat.
  • Dagingnya tidak boleh dijual.

Kelahiran anak dalam keluarga patut disyukuri, tidak cuman diwujudkan dalam wujud aqiqah, ada lebih dari satu hal yang baik dilaksanakan sewaktu anak baru lahir adalah sebagai berikut :

Hendaklah disuapi bersama dengan suatu hal yang manis dikarenakan Rasulullah dulu menyuapi anak yang baru lahir bersama dengan kurma.

Hendaklah dibacakan adzan dekat telinganya yang kanan dan dibacakan iqamah di dekat telinga kirinya.

Sabda Rasulullah SAW; dari Sahabah,“Sesungguhnya Rasulullah SAW telah adzan terhadap telinga Husain (cucu beliau) dikala Fatimah melahirkan Husain.” (Riwayat Ahmad dan Tirmidzi).

Dari Husain bin Ali (cucu beliau SAW), Rasulullah SAW telah bersabda, “Barang siapa anaknya lahir, maka telinganya yang kanan di adzani dan telinga yang kiri di iqamahi, niscaya selamatlah anak itu dari jin dan penyakit.“

Ketika melakukan aqiqah anak, ada lebih dari satu hikmah disyariatkannya aqiqah pada lain :

Aqiqah itu merupakan suatu pengorbanan yang dapat mendekatkan anak kepada Allah sejak awal menghirup hawa kehidupan.

Bayaran pinjaman anak untuk memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.

Sebagai tempat mengekspresikan rasa gembira bersama dengan melakukan syariat islam dan makin lama bertambahnya keturunan mukmin yang dapat memperbanyak umat Rasulullah SAW di hari kiamat.

Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus tanda-tanda kemiskinan di dalam masyarakat.

Penyembelihan hewan aqiqah bandung  harus sesuai  dengan tuntutan dan syariat ajaran Islam, berikut ini adalah tata cara penyembelihan hewan untuk aqiqah :

  1. Membaca Basmallah
  2. Membaca Shalawat Nabi
  3. Membaca Takbir
  4. Disembelih sendiri (apabila diwakilkan hendaknya menyaksikan penyembelihan)
  5. Membaca doa penyembelihan aqiqah
  6. Hewan yang disembelih dihadapkan ke kiblat bersama dengan posisi di miringkan, rusuk kiri disebelah kanan
  7. Dagingnya sesudah dimasak lantas dibagikan kepada orang miskin dan tetangga
  8. Dilaksanakan terhadap hari ke-7 / ke-14 / ke-21 dari hari kelahiran anak
  9. Pada pelaksanaan berikut termasuk dilaksanakan cukur/potong rambut bayi serta diberi nama yang baik.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *